Sabtu, 02 Januari 2010

Pedang Tetesan Air Mata

Sewaktu pedang ini keluar dari tempaan, sudah terlihat cahaya keganasan dari ujungnya. Semacam cahaya buas berfirasat buruk.Tanpa terasa meleleh air matanya membasahi pedang, membentuk sebuah bekas tetesan air mata pada tubuh pedang itu. Pedang terkutuk yang akan merenggut anak lelaki keturunannya. Itulah sebab ia menetes air matanya. Mampukah Siau-ko mematahkan kutukan yang melekat pada senjatanya itu? Siapakah si misterius yang selalu mengincar pedangnya itu?
Sejak kemunculan pedang tersebut, dunia persilatan menjadi ikut bergolak. Dua kutub kekuatan saling menyerang dan menghancurkan. Siu-ko harus bertahan. Dunia persilatan harus kembali tenang.Mampukah Siau-ko lolos dari ujian berat jebakan yang ditebar oleh para pesohor dunia persilatan? Apakah Siau-ko akan tercatat sebagai pahlawan ? atau pecundang ?
Pedang Tetesan Air MataRoman silat tentang arti cinta dan makna kesetiaan akan persahabatan. Tentang air mata dan darah pahlawan. Ternyata Siau Ko bukanlah anak keturunan Sang EMpu Pedang, lalu darah siapakah yang mampu menghapus tetesan air mata di pedang ?

Kuda Binal Kasmaran

Hidup Siau Ma alias Si Kuda Binal berantakan sejak ditinggal pergi Siau Lin, kekasihnya. Tiap hari ia sengaja berkelahi hingga babak belur untuk melampiaskan kesedihan hatinya sampai ia bertemu Lan Lan. Tanpa banyak pertimbangan, Siau Ma setuju untuk mengawal gadis kaya-raya bersama adiknya yang sakit-sakitan untuk berobat ke Se ek. Perjalanan harus melewati Long-san (gunung serigala) untuk menghemat waktu. Padahal Long-san adalah gunung angker yang dikuasai gerombolan manusia yang jauh lebih jahat, biadab dan kejam daripada serigala.

Penguasa Long-san yang dikenal dengan sebutan Cu Ngo Thay-ya adalah seorang lelaki sakti yang sangat misterius.Setelah memilih tiga gadis anak buah Lan-Lan sebagai pengawal, Siau Ma segera mengumpulkan rekan-rekannya. Thio-gong cu, si tuli bertelinga tajam yang sangat jago membaca gerak bibir, Lo-bi si pecundang yang berjiwa nekat dan Siang bu-gi, jago pedang yang suka menguliti manusia.Begitu menginjakkan kaki di Long-san, mereka dihadang dan diserang oleh banyak kelompok serigala tanpa ampun. Dari serigala malam yang sadis sampai serigala siang yang jauh lebih sadis. Ada pula gerombolan serigala muda ala hippies yang membuat suasana tegang.

Tapi yang paling berbahaya adalah empat pentolan Long-san. Yang pertama, Pok Can, kakek bersenjatakan pipa cangklong raksasa. Kedua, Un Liang-giok si hidung belang yang luar biasa licik. Kemudian Hoatsu, biksu pemakan daging manusia. Dan yang terakhir Liu toa-ga, serigala wanita berkaki besar yang ganas.Menyadari tidak dapat keluar Long-san dengan mudah, Siau Ma dan kawan-kawan bertekad berunding dengan Cu Ngo Thay-ya. Sayangnya sang raja tidak gampang ditemui. Mereka harus menghadapi beberapa rintangan sulit. Ditambah lagi Si Kuda Binal harus memilih menyelamatkan nyawa orang yang dicintainya atau nyawa teman-temannya

Pukulan Si Kuda Binal

Ting Si adalah perampok muda cerdik berjiwa Robin Hood. Partner setianya bernama Siau Ma yang dijuluki Si Kuda Binal. Keduanya biasa merampok harta kawalan beberapa piaukiok ternama. Hasil rampokan dibagikan pada janda dan anak-anak para perampok yang dihukum mati. Akhir-akhir ini Ting Si dan Siau Ma tidak pernah gagal merampok harta kawalan Ngo-coan-ki (5 perusahaan jasa pengawalan yang bersekutu menjadi satu) sampai keduanya dijebak saat menjual barang rampokan ke tukang tadah. Yang menjebak mereka adalah pihak Ngo-coan-ki. Pihak Ngo-coan-ki curiga ada pengkhianat di dalam perusahaan karena informasi pengiriman barang yang hanya diketahui lima pimpinan tertinggi bisa bocor ke tangan Ting Si.

Ting Si sendiri mengakui kalau selama tiga bulan terakhir mendapat informasi rahasia tentang pengiriman barang-barang berharga dari Ngo-coan-ki. Tapi ia tidak tahu siapa yang memberitahunya karena informasi selalu dikirim lewat kurir yang harus dibunuhnya. Bukti-bukti berupa surat berisi informasi dikubur Ting Si bersama mayat kurir di daerah Ngo-hou-kang, bukit tempat markas perampok sekaligus rumah juga tempat Ting Si dibesarkan. Di bawah tekanan mereka, Ting Si terpaksa setuju untuk membantu Teng Ting-hou, salah seorang pemilik Ngo-coan-ki dalam menyelidiki siapa dalang perampokan yang sebenarnya. Dalam perjalanan Teng Ting-hou dan Ting Si malah makin berteman akrab. Mereka bertemu Ong toasiocia (puteri Ong Ban-bu sang jago tombak tak terkalahkan) yang hendak mengajak duel jago tombak lainnya. Ting Si terpaksa ikut campur dalam duel setelah Siau Ma terluka parah. Siau Ma yang jatuh cinta pada pandangan pertama pada Siau Lin (teman Ong toasiocia) menurut saja saat diminta gadis itu untuk menghentikan duel. Duel pun berakhir tanpa makan korban, tapi Ong toasiocia yang telanjur membenci Ting Si terus mencari masalah dengannya.

Keselamatan Teng Ting-hou dan Ting Si dalam bahaya setelah keduanya dijebak sebagai dalang serentetan pembunuhan atas teman-teman lama Ting Si. Keduanya lalu bertemu lagi dengan Ong toasiocia. Gadis galak itu mengaku kalau ia nekat mengadakan duel untuk mencari tahu siapa jago tombak yang sudah membunuh ayahnya. Meski mulanya mencurigai Ting Si, tapi akhirnya ia minta pemuda cerdik itu untuk membantunya. Ia curiga ayahnya dibunuh oleh salah seorang pemilik Ngo-coan-ki. Walaupun sependapat dengan Teng Ting-hou kalau pembunuh ayah Ong toasiocia dan dalang perampokan harta kawalan Ngo-coan-ki adalah orang yang sama, Ting Si tidak mau membantu Ong toasiocia. Selain tidak suka menuduh orang tanpa bukti , ia juga jual mahal. Apalagi ia merasa Ong toasiocia yang dicintainya lebih memilih Teng Ting-hou.

Novel ini tidak boleh dilewatkan oleh fans Khu Lung. Tipu-menipu, persahabatan, pengkhianatan dan kisah asmara yang dibumbui kesalahpahaman adalah bahan-bahan utama yang dipakai Khu Lung dalam meracik sebuah cerita. Sayangnya, ending novel ini terkesan terburu-buru. Otak penjahat yang jenius seakan beku saat menghadapi siasat Ting Si yang sebenarnya tidak cerdik-cerdik amat. Tapi bagi fans sejati Khu Lung, hal itu bukan halangan untuk melewatkan novel ini. Satu hal yang sangat mengganggu adalah pemberian judul novel yang sama sekali tidak tepat. Tidak pantas bila novel ini diberi judul Pukulan Si Kuda Binal. Memang benar pukulan Siau Ma hebat, tapi perannya sangat sedikit. Ini adalah cerita Ting Si bukan Siau Ma. Si Kuda Binal baru mendapat jatah dalam kisah lanjutan yang diberi judul Kuda Binal Kasmaran

Kekaisaran Rajawali Emas

Dalam petualangan pertamanya, Siau-hong harus berurusan dengan Tay-kim-peng-ong, pewaris kerajaan negeri Kim (emas) yang tinggal dalam pengasingan di daratan Tionggan. Dengan cara memaksa, Tay-kim-peng-ong meminta bantuan Siau-hong untuk merebut kembali harta kerajaan yang dibawa kabur. Yang membawa kabur bukan orang sembarangan melainkan tiga sesepuh penting kerajaan Kim yang kini sudah berganti nama dan menjadi tokoh kosen dunia persilatan. Bahkan salah satu di antaranya adalah teman Siau-hong sendiri.

Pengembalian harta kerajaan Kim tidak mudah dilakukan karena ketiga tokoh kosen itu diperkirakan tidak akan mau menyerahkan harta di tangan mereka begitu saja. Belum lagi adanya keterlibatan Jing-ih-lau (loteng baju hijau), organisasi sejenis mafia. Organisasi rahasia ini terdiri dari seratus delapan lau (loteng) dan tiap lau terdiri dari seratus delapan anggota. Pemimpin Jing-ih-lau sangat misterius, tidak ada yang tahu siapa identitasnya dan di mana markas utamanya. Dicurigai salah satu dari ketiga sesepuh kerajaan Kim adalah pemimpin tertinggi Jing-ih-lau.Untuk membantu menjalankan tugas sulit dan berbahaya ini, Pendekar Empat Alis meminta bantuan teman-temannya. Yang pertama tentu saja Hoa Ban-lau, kemudian Sebun Jui-soat yang mengajukan syarat aneh dan Cu Ting yang masih puasa bicara dengan Siau-hong.

Kisah petualangan pertama Pendekar Empat Alis ini dibuka dengan perkenalan beberapa tokoh yang berhubungan dengan Liok Siau-hong meski ternyata tidak semuanya muncul. Karakter tokoh-tokohnya baik dari kalangan putih maupun hitam, menarik dan beberapa di antaranya benar-benar nyentrik, bahkan ada yang memiliki wujud ajaib. Namun tokoh yang paling memikat adalah Siangkoan Soat-ji. Gadis cilik ini ternyata mampu membuat Siau-hong yang banyak akal menjadi mati kutu

kisah Cinta Kelabu Seorang Pendekar

Sebelum dicetak ulang pada tahun 2007, saduran kisah Cinta Kelabu Seorang Pendekar karya Khu Lung ini dulu diberi judul Anak Berandalan. Tentu saja anak berandalan di sini mengacu pada tokoh utama cersil ini, Siau Cap-it-long. Adegan pembuka cersil ini sangat unik. Belum apa-apa, pembaca sudah disuguhi adegan mandi dan pamer tubuh mulus Hong Si-nio. Adegan ini seperti penanda tegas kalau cersil ini khusus ditujukan bagi pembaca dewasa. Tapi kalau anda berharap adegan ini disusul dengan adegan dewasa yang lebih seru maka anda harus bersiap kecewa. Tidak ada adegan porno dalam cersil ini, kalau pun ada pasti sudah diperhalus oleh Gan KH. Jadi adegan mandi ini hanyalah cara Khu Lung menggambarkan karakter Hong Si-nio yang penuh percaya diri. Mirip Coh Liu-hiang si Pendekar Harum yang ternama (salah satu tokoh ciptaan Khu Lung yang paling terkenal), Siau Cap-it-long juga seorang pencuri hebat. Tapi perbedaan di antara keduanya cukup banyak. Tidak seperti Coh Liu-hiang, penampilan Siau Cap-it-long jauh dari kesan flamboyan. Pakaiannya lusuh dan tidak sewangi Pendekar Harum.

Juga tidak ada gadis-gadis groupies yang mengiringinya ke mana pun ia pergi. Selain itu Siau Cap-it-long tidak ragu untuk membunuh orang. Karena hanya sedikit orang yang tahu persis seperti apa rupa Siau Cap-it-long maka banyak yang menduga pemuda misterius itu adalah seorang penjahat sadis. Bahkan ada pihak-pihak tertentu yang memfitnah dan memakai namanya untuk tindak kejahatan sehingga reputasinya menjadi sangat buruk. Sampai-sampai para pendekar ternama bergabung untuk memburu dan membunuhnya. Hanya Hong Si-nio yang mengenal Siau Cap-it-long dengan sangat baik. Sudah belasan tahun mereka bersahabat dan kadang bekerjasama dalam mencuri senjata-senjata pusaka. Ia tahu benar, meski dibesarkan dalam lingkungan perampok, tapi Siau Cap-it-long berhati baik.

Karena itu diam-diam ia jatuh cinta pada sahabatnya yang usianya lebih muda darinya. Sayangnya cinta Si-nio tak berbalas karena Siau Cap-it-long jatuh cinta pada perempuan lain. Ia bernama Sim Bik-kun yang dijuluki perempuan tercantik di dunia persilatan. Celakanya, ia sudah bersuami dan tengah hamil muda. Suaminya yang bernama Lian Shia-pik adalah seorang pendekar muda yang namanya sedang naik daun. Pasangan suami-istri membuat iri banyak orang karena sangat serasi, sama-sama berwajah elok dan berasal dari keluarga terhormat yang kaya-raya. Pertemuan Siau Cap-it-long terjadi saat ia menolong Sim Bik-kun yang hendak diculik oleh gerombolan penjahat. Tapi Bik-kun yang berhati lemah mudah dipengaruhi orang lain sehingga biarpun sudah ditolong berkali-kali tidak juga percaya kepada Siau Cap-it-long. Hal ini membuat Siau Cap -it-long merasa sedih dan kecewa. Namun ia tidak juga tega meninggalkan Bik-kun sendirian. Cinta Kelabu Seorang Pendekar adalah salah satu karya Khu Lung yang paling romantis dan mengharukan.

Konflik cinta segiempat digarap dengan sangat menyentuh antara Hong Si-nio yang usil, tapi setia sampai mati pada Siau Cap-it-long Siau Cap-it-long yang urakan, tapi kesepian Sim Bik-kun yang bimbang, bingung harus memilih antara suami atau pemuda yang belum lama dikenalnya Lian Shia-pik yang tetap mencintai istrinya, apapun yang sudah terjadi. Tak hanya keromantisan, perkelahian seru dan adu siasat yang cerdik antara Siau Cap -it-long dengan pihak antagonis juga digambarkan dengan apik. Pembaca pasti ikut deg-degan melihat tokoh utama ini memeras otak dan berjuang sendirian dalam melawan para pendekar licik yang terlibat dalam konspirasi berbahaya. Seperti karya Khu Lung pada umumnya, ending cersil ini dibuat menggantung, persis pada adegan yang menentukan hidup-mati tokoh utama sehingga membuat pembaca penasaran setengah mati. Untung saja sambungan cersil ini sudah terbit, yaitu Bentrok Para Pendekar yang terdiri dari 2 jilid.