Jumat, 28 Agustus 2009

Aplikasi Accounting murah Rp 2.000.000,-


Dewasa ini banyak usaha kelas menengah dan kecil mulai sadar akan perlunya software akuntansi dalam mendukung usahanya, tapi mereka terbentur oleh kekhawatiran akan mahalnya investasi di program dan error yang sering muncul.

Untuk menghasilkan suatu produk yang berkualitas, testing adalah tahap yang harus dilalui. Proses testing mulai dari integritas stok, tampilan, hingga bisnis proses, semuanya memerlukan waktu yang tidak singkat.

SUPER COMPLETE
Tidak perlu banyak program, cukup satu program yang mencakup semuanya. Mulai dari pembelian, proses produksi, dan penjualan semua jadi satu disini

Produk ini dapat digunakan hampir semua jenis usaha dengan skala kecil sampai menengah yang tidak mempunyai multi gudang. Cocok untuk usaha dagang dan jasa seperti : toko komputer, elektronik, HP, sparepart, baju, apotik, bengkel, dll.
Free 2 user license & Training kunjungan ke Tempat client (Onsite Training) untuk wilayah Surabaya

Fitur-fitur :
1. Aplikasi yang user friendly
Aplikasi dibangun dengan program under windows dan database client server, dengan desain grafis dan simple sehingga memberikan kemudahan user dalam mengoperasikannya.
2. Searching atau Pencarian dan Filter data
Setiap transaksi dilengkapi dengan fasilitas filter dan pencarian data.

* Pencarian data
Pencarian data yang fleksibel, operator dapat mencari data meskipun hanya mengetahui sepenggal informasi, misal user ingin mencari penjualan ke konsumen yang ada kata “ABADI”. Dan Tambahan pencarian pada saat entry data, sehingga operator tidak kesulitan entry penjualan meskipun itemnya ada puluhan ribu
* Filter data
User dapat melihat data sesuai dengan kriteria yang diinginkan, misalnya ingin melihat penjualan tanggal 1-30 Agustus untuk konsumen ALI. Ini sangat membantu pada saat analisa data.

3. Multi Gudang, Satuan, dan Site
Jumlah gudang, satuan dan site tidak terbatas.

* Multi gudang
Alokasi inventory dapat lebih dari satu gudang. Sehingga user dapat memantau stok ditiap gudang. Dan juga penambahan gudang jika suatu hari perusahaan berkembang lebih maju.
* Multi satuan
Kita dapat mendefinisikan satuan tiap item dengan berbeda-beda beserta dengan konversinya. Misal ada item dengan satuan : Box, pack, bungkus, dan buah.
1 Box=20 Pack
1 Pack=10 Bungkus
1 Bungkus=40 Buah
* Multi site
Data supplier dan customer dapat didefinisikan lebih detail lagi ke lebih dari satu lokasi. Sehingga data supplier/customer yang dimasukkan bisa meliputi beberapa cabang. Misalnya customer Matahari, lokasinya bisa dibagi menjadi cabang Surabaya, Balikpapan, dan Samarinda.

4. Inquiry
Setiap modul dilengkapi dengan inquiry yang berguna untuk mencari informasi atau analisa data. Yang mana inquiry ini dibuat sangat flexible.
5. Laporan ke Excel
Semua laporan dapat dilihat diExcel, sehingga memudahkan user mengatur format tampilan sesuai yang diinginkan.

* Semua laporan ditampilkan di excel, sehingga memudahkan analisa.
* Semua laporan dapat diubah templatenya, sehingga user dapat membuat model atau memodifikasi tampilannya sendiri.
* User dapat membuat sendiri laporan yang diinginkan, sehingga jika ada tambahan laporan tidak dibutuhkan penambahan biaya.
* Laporan–laporan dalam bentuk grafik, sehingga memudahkan analisa data, misalnya grafik prosentase kelompok item yang fast moving & slow moving.

6. Security dan Control

* User info, yang berisi informasi mengenai user, tanggal pembuatan dan terakhir update data, sehingga setiap data yang diinput bisa dilacak.
* Pembuatan dan pembagian tugas / hak akses setiap user yang fleksibel, disertai pembuatan group, dimana hal ini memudahkan pembagian tugas.
* Tiap user dalam group memiliki menu sendiri–sendiri.
* Data Drill down, data dapat dilacak lebih detail.

7. Backup dan Restore data
Semua data dalam perusahaan merupakan aset yang tak ternilai harganya. Oleh sebab itu kami menyediakan fasilitas back up data database. Dengan demikian jika terjadi kerusakan komputer atau hal–hal lainnya yang tidak diinginkan, data tetap ada. File–file tersebut dapat di simpan ke tempat lain, misalnya ke CD. Biasanya backup dilakukan tiap hari, dan 2 minggu sekali dipindahkan ke CD.

Advantage
1. Pemilihan Database
Database yang kami gunakan adalah Mysql. Database ini cukup handal, cepat dan jaminan integritas data, terbukti telah digunakan banyak perusahaan raksasa seperti Fed-Ex, Yahoo.com, Yahoo Financial, NASA, Linux.com, Indoseek.co.id, dll. Database ini menggunakan teknologi client/server, berbeda dengan foxpro atau access yang menggunakan teknologi file server.
2. Testing
Aplikasi yang akan diimplementasi selalu melalui tahap testing internal, hal ini menjamin aplikasi yang jalan di user bebas dari error. Hal ini sering dilupakan oleh banyak software house yang ada di Indonesia. Ini menyebabkan sering terjadi error pada saat awal implementasi yang membuat client menjadi trauma. Testing yang akan kami lakukan adalah secara program dan simulasi entry data.
3. Migrasi Data
Kami akan membantu memindahkan data master seperti item, supplier, dan customer, yang ada dapat dimasukkan ke system yang baru.Ini akan mengurangi beban kerja user ditahap awal.
4. Garansi
Kami akan memberikan full-support ke client, baik dengan phone, datang ke lokasi, maupun langsung melalui koneksi dengan modem. Dan kami mengkhususkan diri dalam bisnis aplikasi software, sehingga servis & penanganan dapat menjadi lebih cepat. Selain itu aplikasi kami selalu mengikuti perkembangan jaman, yang nantinya pada masa mendatang kami akan mengubah aplikasi ini ke web / internet. Client cukup mengupgrade aplikasi yang ada ke system yang baru tanpa melalui transisi data lagi.
5. Expandable
Aplikasi dapat dikembangkan lebih lanjut atau dapat disesuaikan dengan perkembangan perusahaan.

Hardware Requirements
Minimum spesifikasi komputer yang dibutuhkan adalah :
Server

* Komputer Intel Pentium 4 Processor 2.0GHz
* Memory 256MB
* Harddisk 40 GB
* CDRW (Untuk Backup ke CD)
* Modem 56K (untuk layanan remote)

Workstation / Client

* Komputer Intel Pentium 2 Processor 300MHz
* Memory 64MB
* Harddisk 2.1 GB

Anda tertarik? Hubungi kami di Henky_k@yahoo.com.sg

Online Shop hanya dengan Rp 500.000,-


Internet bukan lagi hal yang baru, hampir semua orang telah dapat mengakses internet. Dengan perkembangannya yang pesat dan dengan harga yang semakin murah, internet merupakan sarana/media yang baik untuk melakukan promosi, komunikasi, menyampaikan ide-ide anda dan berjualan melalui Toko Online.

kami hadir memberikan solusi kebutuhan website / situs promosi dan toko online untuk anda dengan harga murah, tampilan dinamis dan menarik. Fokus kami adalah pada desain web dan pengembangannya sehingga kami akan selalu mengikuti tren web terkini dan berinovasi untuk menambahkan fitur pada situs anda.

Kami hadir memberikan solusi kebutuhan website / situs promosi dan toko online untuk anda dengan harga murah, tampilan dinamis dan menarik. Fokus kami adalah pada desain web dan pengembangannya sehingga kami akan selalu mengikuti tren web terkini dan berinovasi untuk menambahkan fitur pada situs anda.

7 Keunggulan



Pengisian Data yang Mudah

Anda dapat mengisikan dan menambahkan sendiri data-data yang diperlukan untuk ditampilkan pada situs anda melalui form pengisian data yang user-friendly dan mudah digunakan..

Support / Layanan Purna Jual

Layanan purna jual yang memuaskan, kami siap membantu anda bila anda mengalami kesulitan dalam menggunakan situs yang telah kami buat.

User Friendly

Aplikasi CMS dari Seventhsite dirancang agar mudah digunakan oleh semua kalangan

Pilih Server yang akan Anda Gunakan

Anda dapat memilih server yang akan anda gunakan. Server Indonesia (IIX) bila target pengunjung situs anda dari Indonesia, dan Server USA bila target pengunjung anda berasal dari negara-negara lain.

Search Engine Optimization

Kami akan mendaftarkan situs anda ke berbagai macam search engine yang berbeda. Selain itu, kami akan membantu menganalisa keywords, title, description situs anda agar dapat terindeks dengan ranking yang baik pada search engine.

Anda adalah Prioritas Utama Kami

Seventhsite percaya bahwa untuk memberikan solusi total bisnis yang baik, bukan hanya dengan produk yang baik tapi juga dengan jasa/pelayanan yang mengutamakan kebutuhan dan keinginan para pelanggan.

Inovasi

Tim kami selalu berinovasi dan melakukan riset untuk mengembangkan fitur dan desain tampilan untuk mempermudah anda dalam menggunakan aplikasi kami.

Hubungi kami di Henky_k@yahoo.com.sg

Rabu, 24 Juni 2009

Ho Keng Koen Loen


HO KENG KOEN LOEN

YANG PERTAMA DARI PENTALOGI WANG DULU

Tahun 1952-1953, Penerbit Gie Hiap di Tasikmalaya menerbitkan serial Hok Keng Koen Loen, yang disadur oleh penterjemah cerita silat top saat itu, Tjan Khim Hiap. Belum genap serial ini selesai diterbitkan, di Jakarta diterbitkan serial Ho Keng Koen Loen yang disadur oleh OKT (Oey Kiem Tiang). Pertama berupa serial di publikasi Star Weekly, lalu kemudian pada tahun 1954 menjadi serial silat pertama yang dipublikasikan penerbit Tjerita Silat Keng Po.
Tentunya ada yang luar biasa pada Ho Keng Koen Loen, sehingga dua penerbit besar di era itu sampai berani menerbitkan sebuah kisah silat secara bersamaan.
Di akhir tahun 2000, sutradara Ang Lee merilis sebuah film layar lebar berjudul Crouching Tiger, Hidden Dragon. Karya sinematografi ini memenangkan sejumlah piala Oscar. Ang Lee mendasari film suksesnya itu dari sebuah cerita silat berjudul Go Houw Tjhong Liong.
Go Houw Tjhong Liong adalah bagian ke-4 dari Pentalogi Wang Dulu. Pentalogi yang dimulai dari Ho Keng Koen Loen.
odipi (On Demand Printing) Sungai Telaga kini menghadirkan kembali Ho Keng Loen Loen! Merayakan 55 tahun lebih ulang tahun penerbitan pertama Ho Keng Koen Loen di Indonesia, kisah ini kembali dapat Anda miliki dalam bentuk Buku Linen Hardcover Laser Printing dengan sampul Jaket Cover berwarna 2 Jilid @ 425 halaman

Sedikit resensinya sebagai berikut :
KETIKA cersil masih terasa begitu murni, tanpa ilmu silat luar biasa, belum ada lweekang (tenaga dalam) tak kepalang lihay yang mampu meremukkan batu cadas gunung, pada masa itulah berjaya karya-karya Wang Du-lu.
Kira-kira lima puluh tahun lalu, untuk pertama kalinya saya mencuri baca cersil “HO KENG KOEN LOEN” terjemahan OKT, dari guntingan harian Keng Po yang dibundel Papa saya. Ternyata saya langsung menyukainya, dari sinilah awal kegemaran saya membaca cersil. Kendati detail cerita sebagian besar sudah terpupus dari memori oleh sang waktu dan banyaknya buku yang dilalap, namun intisarinya masih mengendap dalam otak sampai hari ini. Mohon dimaafkan kalau ada kesilapan, namun lebih-kurang sinopsisnya sebagai berikut;
Kang Siauw Hoo, sebagai bocah, menyaksikan sendiri bagaimana ayahnya tewas di tangan Pauw Koen Loen. Padahal beliau adalah salah seorang murid Pauw. Memang ayah Siauw Hoo telah melakukan suatu kesalahan hingga tak bisa diampuni sang guru sekaligus pemimpin perkampungan Pauw yang sangat otoriter. Betapapun, si bocah menyimpan dendam kesumat dan bersumpah dalam hati, kelak akan menuntut balas pada Pauw.
Sebagai anak-anak, Siauw Hoo tetap tinggal di perkampungan Pauw, diperlakukan sebagai pelayan hina. Hanya, Ah-Loan, cucu perempuan kesayangan Pauw yang bersimpati kepadanya.
Menjelang remaja, Siauw Hoo memutuskan untuk berkelana di rimba persilatan sembari menuntut ilmu silat. Betapa naifnya, ketika ia berlatih ginkang (ilmu meringankan tubuh) dengan cara melompat naik-turun ke atap genteng penginapan.
Ketika bertemu seorang pendekar dari wilayah lain, Siauw Hoo mengadukan nasib. Si pendekar bersedia mengikutinya ke perkampungan Pauw. Namun kakek Pauw kelewat kosen, hingga pendekar undangan Siauw Hoo dipecundangi.
Tak kenal putus asa, Siauw Hoo terus mencari, sampai bertemu seorang kakek aneh, yang selalu tahu-tahu berjalan di depannya, kendati tadi sudah ditinggalkan Siauw Hoo yang berkuda. Sadarlah pemuda kita, kalau ia telah bertemu pendekar sakti. Memang benar, sang kakek adalah Kiu Hoa Loojin, yang membawa Siauw Hoo ke Kiu-hoa-san (Gunung Sembilan Bunga). Di sini Siauw Hoo digembleng ilmu silat bersama suheng (abang seperguruannya) , si Gagu Ah-Hiap.
Bertahun-tahun kemudian, Siauw Hoo turun gunung sebagai pemuda gagah dengan nama baru, Kang Lam Hoo. Dalam pengembaraannya ia bertemu dua pendekar muda lain. Lie Hong Kiat yang tenang dan bergaya pelajar, serta Kie Kong Kiat yang gagah dan temberang.
Kang Lam Hoo menantang Pauw Koen Loen bertanding. Sekarang memang ilmunya sudah tinggi, hingga bisa membuat si kakek Pauw sengsara habis-habisan. Namun cintanya pada Ah-Loan yang telah menjadi gadis pendekar jelita membuat Kang terombang-ambing antara dendam dan cinta. Sedangkan Lie Hong Kiat dan Kie Kong Kiat merupakan sahabat sekaligus saingannya dalam bersilat dan kemelut asmara!
Sesungguhnya “Ho Keng Koen Loen” atau “Riwayat Kang Lam Hoo” merupakan cerita pertama dari pentalogi (lima buku) karya empu Wang Du Lu (1909-1977). Pentalogi tersebut diterbitkan di Hong Kong dari tahun 1936 sampai dengan 1944.
OKT yang mengalihkannya ke bahasa Indonesia, dan kemudian dibukukan oleh penerbit Keng Po berurutan sebagai berikut:

“Ho Keng Koen Loen” (1954)
“Po Kiam Kim Tjee” (1956)
“Kiam Kie Tjoe Kong” (1958)
“Go Houw Tjhong Liong” (1959)
“Tiat Kie Gin Pan” (1960)
Dari pentalogi ini yang paling terkenal kemudian adalah “Go Houw Tjhong Liong” karena difilmkan oleh Ang Lee dengan tajuk, “Crouching Tiger Hidden Dragon”. Aktor simpatik Chow Yun-fat berperan sebagai Li Mu Bai.
Dalam dialek Tionghoa-Hokkian, Li Mu Bai dibaca Lie Bouw Pek (bukan lain daripada anak Lie Hong Kiat yang menjadi murid Kie Kong Kiat dan juga mewarisi ilmu Kang Lam Hoo).
Cara bertutur Wang Du Lu yang diterjemahkan dengan baik oleh OKT telah membuat ribuan pembaca kesengsem. Sulit dilupakan bagi yang pernah membacanya. Sedangkan mengenai aspek humanisme (kemanusiaan) serta kependekaran Kang Lam Hoo menurut pendapat saya pribadi, bisa disejajarkan dengan riwayat Miyamoto Musashi, si ronin samurai yang menggetarkan.
Demikian sekadar nostalgia ke masa awal kejayaan cersil demi menyambut ulang terbit “Ho Keng Koen Loen” setelah 55 tahun!

Lencana Tujuh naga

inilah sedikit cerita sambungan Lencana Tujuh Naga bagian ke 2, yang cayhe dapat naskah nya dari O K T.

“Maka itu, akupun harus dapat merubah kebiasaanku.” Demikian pikirnja. “Tanpa sikap halus, pertjuma andaikata aku bisa menjingkirkan Bouw Kun serta membubarkan Ho Lok Paj. Orang bisa mengatakan aku galak tidak karuan..”

Demikian anak muda ini membuat perdjalanannja dengan sifatnja bagaikan telah berubah. Hari itu ia tiba di Kho Pie Thiam. Lantas ia mentjari TJiu Tiam, atau rumah makan. Dimana ia mengisi perutnja sambil minum arak. Tjawan demi tjawan diminum perlahan-lahan. Inilah karena ia sambil berpikir, ‘di Jan San nanti, dimana aku akan tjari adjah dan bundaku?’ ia berpikir keras hingga tanpa merasa, ia telah menenggak habis satu potji arak. Hingga tanpa merasa, ia mendjadi sedikit pusing. Baru setelah itu, ia ingat akan mentjari penginapan.

Habis membajar kepada pelajan, selagi keluar dari rumah makan, Sie Kiat berdjalan dengan terburu-buru. Hampir dia bertabrakan dengan seorang jang berdjalan didepannja. Sjukur karena kelintjahannja, dapat ia lantas mengegoskan tubuh. Namun, berbareng dengan itu, ia mendengar tjatjian ,Oh, orang buta beribu andjing!...” dibarengi totokan ke djalan darah Khie-haj!

Perasaan terperandjat, heran dan mendongkol bertjampur mendjadi satu dibenaknja. Sjukur dia bermata djeli dan gesit pula. Terus ia menoleh akan melirik penjerangnja jang mulutnja kotor.

Disana berdiri tegak seorang dengan roman bengis, dia itulah jang disebut orang berkepala matjan tutul dan bermata roda. Mata jang bersinar sangat tadjam. Usianja mungkin baru kira-kira 27 tahun. Tegas dia bertubuh kekar, mirip dengan seorang ahli tenaga dalam.

Mulanja hatinja panas, dilain detik Sie Kiat ingat akan harga dirinja. Maka sebaliknja daripada bergusar dan menegur, ia djusteru merangkap kedua tangannja memberi hormat seraja berkata merendah:

”Maaf sahabat! mengingat siapapun dapat keliru mengambil djalan, maka tak usahlah kau datang-datang memaki orang!”

Di dalam hati, Toan Leng menjesal ia tidak tahu ilmu kepandaiannja orang ini. Iapun menjesal sudah tidak ingat meminta peladjaran ilmu kegesitan Kiu Liong Lian Hoan Pou dari Bu Tong Pai dari kakeknja. Barusan itu, hampir ia tak dapat menjelamatkan dirinja.

Orang tidak dikenal itu mendjadi gusar. Terang dia tidak puas mendengar teguran.

“Hai botjah!” bentaknja, “Apa kau tidak tahu siapa tuan besarmu ini? Bagaimana kau berani menegur aku? Oh, kau rupanja sudah menjesal usiamu jang telah diperpandjang. .?”

Habis sabarnja Sie Kiat, atau mungkin ia terpengaruhkan air kata-kata satu potji jang telah ditenggaknja. Maka djuga, ia lantas berkata keras:

”Sahabat, apakah dengan kata-katamu ini kamu mau artikan aku tak bakal hidup sampai pada djam ketiga?”

Orang itu mundur satu langkah. Si pemuda menanjanja dengan sinar mata berpengaruh. Tapi dia bukannja mau menjingkirkan diri, hanja sembari menunduk kearah belakangnja. Dia berkata keras:

“Oh, botjah jang baik, djikalau kau tidak dihadjar, nistjaja kau tidak akan merasa puas. Baiklah. Mari kita pergi keluar dusun ini, ke tandjakan Hong Jap Po. Disana aku akan menghadjar adat kepadamu!”

Sepasang alis Sie Kiat terbangun.

“Kau djalanlah kalau kau suka!” sahutnja gagah.

Orang itu tidak menjawab. Sebaliknja, segera dia mengangkat kakinja berdjalan pergi. Sie Kiat bertindak mengikuti.

Tatkala itu gunung disinari tjahaja matahari lohor. Mega berwarna kekuning-kuningan. Tandjakan Hong Jap Po tampak sunji sekali. Rumputnja putih. Di tempat jangsepi itu djusteru berdiri berhadapanlah dua orang jang hendak bertempur itu, si galak dan si berbudi pekerti halus.

“Tuan, apakah she dan nama besarmu?” Sie Kiat masih bertanja sambil memberi hormat.

“Liok Beng!” sahut orang jang ditanja, singkat. Suaranja ketus, dan terus dia balik bertanja: ”Botjah, kau djuga menjebutkan namamu buat tuan besarmu mendengar-nja!”

Hati Sie Kiat panas, akan tetapi, ingat harga dirinja, ia mengekang diri. Ia memberi hormat pula:

“Aku jang rendah Liu Sie Kiat dari Siang Jang,”sahutnja sabar.

“Liu Sie Kiat dari Siang Jang..?” pikir si orang galak, hingga dia mengerutkan alisnja. Lantas menanja pula, ”Kau kenal Hui Thian Giok Liong Liu Kiam Hiong atau tidak?”

Sie Kiat berdiri tegak, sikapnja gagah.

“Ia adalah ajahku!”sahutnja terus terang, suaranja gagah.

Mendadak sontak Liok Beng tertawa tergelak-gelak, seterusnja berkata njaring:

”Ini dia jang dibilang, mentjari sampai sepatu besi petjah, tidak djuga dapat diketemukan, sekali ketemu, mudah sekali! Aku termasuk orang muda, tjuma aku mendengar sadja halnja Liu Kiam Hong bagaimana gagah luar biasa, tetapi setelah aku tjari dia di tigabelas propinsi, tak dapat aku menemukannja! Sajang, sungguh sajang!... entahlah habis dihadjar Bouw Kun, dia telah pergi entah kemana.. atau..!”

Sie Kiat mendjadi tidak puas sekali. Mulut orang itu kotor sekali!

“Sahabat she Liok!” ia memutus, “Tentang ajahku, umumlah jang nanti memberikan penilaian, kelak di kemudian hari, kaum Bulim nanti akan mengetahuinja sendiri! Perihal dirimu, apakah maksudmu mentjari ajahku? Sekarang aku belum sempat menemuinja, djangan kau menjesal, sekarang didepanmu berdiri aku si orang she Liu! Apakah kehendakmu? Kau sebutkan sadja. Asal kau dapat merebut kemenangan dari aku, Liu Sie Kiat, sama sadja, namamu bakal sama tersohornja!”

Kembali si orang she Liok tertawa, dia sangat djumawa.

“Botjah, kau sungguh gagah!” katanja mengedjek. “Sajang kau seorang bu beng siauw tjut! Bertempur denganmu mana dapat disamakan dengan aku menempur ajahmu?”

Sie Kiat tertawa:

“Sahabat she Liok, kau terlalu menghargakan dirimu sendiri, terlalu berlebihan!” demikian katanja. “Sudah, tidak usah kau mengatakan apa-apa lagi jang tidak ada sangkut pautnja! Paling benar kau sebutlah kehendakmu! Kau ingin kita bertempur dengan tjara apa? Asal aku kalah, akan aku adjak kau menemui adjahku! Supaja ajahku dapat memohon pengadjaran beberapa djurus dari kau! Sebaliknja, djikalau apa latjur kaulah jang gagal…”

Liok Beng menepuk pahanja.

“Asal aku kalah!” katanja njaring,” Aku akan mentjutji tangan, aku akan mundur dari dunia kang ouw, untuk kembali ke Jan San, guna beladjar terlebih djauh, buat nanti turun gunung lagi kedua kalinja! Nah, botjah, itu waktu aku akan tjari kau, guna mengambil batok kepalamu dari batang lehermu!...”

Sie Kiat mendjadi berpikir mendengar orang menjebut Jan San-gunung Jan San. Ia djadi ingat, djikalau demikian, mungkin adjah bundanja tidak berada di gunung itu, dan orang kasar ini entah ada hubungannja apa dengan Jan San DJie-loo, kedua orangtua kosen dari Jan San…

“Jan San Djie-loo tinggal dilembah Keng Liong di puntjak Biauw Hong San,” pikirnja lebih djauh, ”Maka itu, andai kata ajah bundaku benar hidup menjendiri di Jan San, tentulah dibagian selat jang mentjil dan sunji. Bukankah Jan San luasnja ribuan lie? DJie-loo bukan dari kalangan lurus, tidak nanti ajah bundaku sudi bergaul dengan mereka berdua, maka itu kalau aku tjoba pergi kepada mereka, mereka tentulah tidak tahu menahu tentang ajah dan kedua ibuku..”

Oleh karena memikir demikian, anak muda ini mendjura kepada si kasar dan garang untuk berkata sembari tertawa:

”Sahabat, urusan di belakang adalah urusan di belakang hari! Siapakah dapat meramalkan apa jang bakal terdjadi? Aku sendiri, sekarang ini, aku merasa sangat berbahagia bakal berkenalan ilmu kepandaian jang liehaj dari Jan San DJie-loo!”

Sengadja Sie Kiat mengutjap demikian, guna memantjing Liok Beng menjangkal atau membenarkan hal dia mempunjai hubungan tidak dengan DJie-loo, dan kalau ada, apa hubungannja itu guru dengan muridkah?

Liok Beng benar-benar djumawa! Mendengar orang menjebut-njebut Jan San DJie-loo. Dia tidak kaget, dia djusteru bergembira. ja, dia sangat puas! Maka dia tertawa berkakakan. Lalu katanja keras:

”Hari ini aku akan membuat kau dapat mementang matamu! Nah, mari kita mentjoba-tjoba satu dengan jang lain!”

Toan Leng (Sie Kiat) mendongkol, sampai tidak mau mengatakan sesuatu. Dia tjuma terbangun sepasang alisnja. Habis itu, dia kata njaring:

”Sahabat Liok, baiklah, aku akan mengiringi kehendakmu!”

Lagi-lagi Liok Beng tertawa berkakakan. Hanja kali ini tawanja itu diteruskan dengan tangannja dibawa kebelakang punggungnja, guna menghunus sebatang golok-nja jang terang berkilauan. Selagi ditjabut, golok itu bersuara njaring ”srettt!” itulah golok kong too, jang segera dipakai menuding lawan!

“Nah, botjah, hajo, kau pun keluarkan sendjatamu! Bentaknja.

Sie Kiat mengawasi dengannja membawa lagak angkuh, terus tanpa mengeluarkan sepatah kata, ia meng-hunus pedangnja…pedang Ang Hui Pookiam jang tua itu…hingga suara pedang terdengar bagaikan auman naga…

Pedangnja djuga mengeluarkan tjahaja berkilau..

Melihat pedang lawan, Liok Beng sendirinja mundur lima tindak!

“Pedang djempolan!” teriaknja, kagum dan heran.

Sementara itu, banjak orang mulai menonton dari kedjauhan, namun mereka itu berdiam semuanja. Hingga sunjilah diantara mereka semua.

Sie Kiat berlaku tenang.

“Sahabat she Liok,” katanja sabar, “Djikalau kamu menganggap pedangku pedang luar biasa, tak apalah suka aku mengalah, suka aku menjambut beberapa djurusmu dengan bertangan kosong!...”

“Hm! Liok Beng berseru tawar. Dia mendjadi gusar sekali, ”Oh, botjah, bagaimana djumawamu! djikalau benar kau tak menggunakan sendjata tadjam, ingin kau menjambut golok kong too ku dengan tanganmu jang berdarah daging, baiklah, akan aku melajanimu!

Aku djandji, asal selama lima puluh djurus aku tetap tidak sanggup membereskan kau maka hendak aku menepuk pahaku buat terus pergi mengangkat kaki!”

Matanja Sie Kiat berputar, otaknja berpikir tjepat, ”Manusia ini sangat takabur, djikalau dia tidak diadjar adat, mungkin kelak dibelakang hari dia dapat melakukan sesuatu jang buruk!”

Setelah berpikir demikian, Toan Leng tertawa, pedangnja dimasukkan pula ke dalam sarungnja. Segera ia memasang kuda-kudanja seraja terus berkata:

”Nah, sahabat she Liok, beginilah aku bersiap sedia menjambutmu!” dan kata-kata itu ditutup dengan satu rangkapan tangan tanda memberi hormat!”

Liok Beng tertawa tergelak-gelak. Tidak ajal lagi, dia menjerang dengan goloknja! Sie Kiat bersikap dengan sikap Tong Tju Paj Hud-katjung memudja sang buddha. Terus ia berkelit dari batjokan, menjusul mana, ia membalas dengan satu gempuran ke arah dada si djumawa.

Itulah serangan hebat, si Liok ketahui itu, maka didalam kaget, dia segera berlompat mundur. Tidak sempat dia menangkis, terpaksa dia mesti berkelit mengalah.

DJusteru orang mundur, djusteru si anak muda merangsak terus. Hanja kali ini serangan berupa hadjaran kepada golok lawan. Agar golok itu bisa dibikin terlepas dari tjekalan dan djatuh ke tanah!

Liok Beng mau mengandalkan tenaganja jang besar, dengan kedua tangannja, ia memegang keras gagang goloknja. Diluar dugaannja, serangan lawanpun keras sekali. Maka mau atau tidak, goloknja kena tertolak, lantaran mana, dengan djurus “Poan Liong Tjie How-naga melingkar menerkan harimau”. Ia menggunakan kedua lengannja dengan berbareng, tangan kanan mendjurus kedada, tangan kiri menjambar kebawah, kearah perut lawan, menjusul mana, kedua kakinjapun menendang dengan bergantian!

Tidak ampun lagi, Liok Beng lantas mendjadi sasaran. Sjukur untuknja, lawan masih mengingat akan kewelas-asihan, lantaran mana, tenaga serangan itu diperkurang. Dengan demikian, dia tertolak mundur tiga langkah, tetapi dia beradat keras, bukannja dia sadar dan insaf, dia menuruti kemarahannja. Habis terpaksa mundur itu, dia lantas madju pula berlompat menjerang dengan maksud membuat pembalasan. Dia menggunakan tipu silat “Toat Pauw DJiang Wie,”—“Meloloskan djubah menjerahkan kedudukan.”

Terkedjut djuga Sie Kiat menjaksikan lawan masih demikian tangguh dan gesit. Ia pun menjesal kebaikannja terbalas kedjahatan. Di detik itu djuga, panaslah hatinja. Maka ia segera membentak:

”Oh, orang tak berbudi! Orang tak tahu selatan!” sedangkan kedua tangannja dibarengi dipakai menjerang sambil kakinja pun bekerdja sama!

Itulah salah satu djurus dari Liong Houw Hian Jang TJiang jang dinamakan “Teng San Kan Goat,”—Mendaki Gunung, mengedjar rembulan.”

Liok Beng terkedjut dan repot. Tak sempat ia menggunakan goloknja, bahkan sendjatanja itu kena tersampok hingga tubuhnja turut miring, karena mana ia mendjadi terhujung mundur lima tindak pula. Kaget dan gusar tertjampur mendjadi satu, dan napaspun memburu keras. Dipihak lain, mukanja pun mendjadi merah bahkan mendongkol dan malu!

“Orang she Liu, kau benar hebat!”serunja kemudian. “Kepandaianku benar tidak berarti akan tetapi, hendak aku menanja kau, kau berani atau tidak memasuki selat Keng Liong Kok?”

“Hahaha!” Sie Kiat tertawa, sedangkan matanja menatap lawan itu: ”Jan San toh bukannja gunung golok! Atau taruh kata benar, mustahil aku ngeri mendatanginja? Sahabat, hendak aku menitip kata-kataku kepada gurumu, dalam waktu setengah bulan, aku bakal pergi berkundjung kesana!”

Baharu Sie Kiat mengutjap demikian, ia menjesal sendiri. Ia sadar pengaruh arak membuatnja bitjara demikian sembarangan.

Liok Beng menggertak gigi. Dia mengepal keras tangannja, ia atjungi.

“Oi botjah tjilik!” serunja. “DJangan kau takabur! Baiklah, tuanmu akan menantikanmu di Jan San!”

Sie Kiat terpaksa tertawa. Tak dapat ia mundur pula.

“Baiklah, begini djandji kita!” sahutnja.

Liok Beng mendelik, terus ia memutar tubuh, akan mendjemput goloknja jang terbang djatuh ke tanah, untuk seterusnja menangkat kaki tanpa menoleh pula..

Karena pertempuran berhenti, banjak penontonpun lantas bubaran. Mereka itu agak menjesal tidak dapat menjaksikan lebih lama dan lebih seru.

Sie Kiat mendongak, melihat langit. Ia menarik napas perlahan.

“Pergi ke Jan San?” pikirnja kemudian. “Disana aku mentjari adjah bundaku atau buat menempur Jan San DJie-loo si dua orang tua aneh?..”

Tak dapat anak muda ini bersangsi lama-lama. Segera dia mengambil keputusan, segera ia mulai berangkat. Maka itu selang lima hari, ia sudah tiba di kota Peng TJiang di mana ia terus memasuki pintu kota. Paling dahulu ia mentjari penginapan, karena itu waktu sang sore sudah tiba.

Pengurus hotel menjambut ramah dan dengan hormat menanjakan she dan nama orang.

“Liu Sie Kiat!” sahut Sie Kiat terus terang.

“Ada seorang tamu jang terhormat, lekas tundjukkan kamar kelas satu!” kata pengurus hotel itu, jang berpaling ke dalam dan suara njaring.

Lantas terdengar satu suara menjahut, terus muntjul orangnja, seorang pelajan, jang menjambut tamunja dengan hormat.

Heran si anak muda menjaksikan tuan rumah demikian ramah dan telaten.

Pelajan tahu tugasnja. Segera dia menjiapkan air buat mentjutji muka dan tangan. Habis mana terus dia menjediakan barang hidangan.

Sie Kiat lantas membersihkan diri, setelah selesai, iapun duduk akan bersantap. Ia malah minum arak pula.

Habis tamunja bersantap, pelajan menjuguhkan teh wangi.

“Sempurna perlajanan penginapan ini,” pikir Sie Kiat. Ia anggap, itulah tentu disebabkan pengaruh uang.

Tak lama, muntjul pula si peladjan. Dia mendjura dan kata:

”Tuan, madjikan kami mengirim salam!”

Kali ini Sie Kiat heran djuga. Penghormatan buat apakah itu? Tengah ia berdiam, dari luar kamar terdengar langkah kaki, disusul muntjulnja seorang pria bertubuh kekar dengan kumis kaku. Dia bersenjum manis dan sembari memberi hormat lantas berkata ramah:

”Tuan Liu telah berkundjung, bagi gubuk kami, sungguh suatu kehormatan!”

Pendekar pedang kail mas

Seorang anak kecil yatim piatu bernama Sen Sin Hiong yang berumur 7-8 tahun harus bekerja berat pada sebuah keluarga Sun, karena Sun Bu Pin telah meminjamkan uang kepada Sin Hiong untuk penguburan ibunya. Karena Sun Bu Pin merasa dendam kepada ibunya Sin Hiong, akhirnya dia terus menerus menyiksa Sin Hiong dengan bekerja berat, akhirnya dia tidak tahan dan memberontak, tapi dia di hajar sampai babak belur hingga tidak sadarkan diri dan di buang ke hutan untuk makanan serigala.

Dalam keadaan hampir mati Sin Hiong di tolong seorang jago tua yang sudah mengawasi keadaan Sin Hiong selama 3 bulan, jago tua ini mengajarkan ilmu silatnya yang hebat selama 10 tahun.

Setelah lulus guru Sin Hiong meninggal dunia, sebelum meninggal dia berpesan supaya Sin Hiong mendatangi 9 perguruan besar di dunia persilatan, dia harus bertanding dengan 9 perguruan besar untuk membalas dendam, sebab gurunya dulu kalah bertanding karena di keroyok oleh sembilan perguruan besar.

Dengan membawa Pedang Kail Emas warisan gurunya, Sin Hiong kembali ke desa dulu ingin membalas dendam pada Sun Bu Pin. dst

Judul buku : PENDEKAR PEDANG KAIL EMAS,

Karangan : LIU CAN YANG

Terjemahan: Liang J Z

Terdiri dari 3 jilid tamat

Total : 761 hal.